PMBPI UNY Berpartisipasi dalam Pembahasan Integrasi APMD

Kegiatan Sosialisasi dan Lokakarya Implementasi Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY melalui Sekretariat Bersama SPAB DIY. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai pengurangan risiko bencana sekaligus membahas integrasi AMPD dalam pelaksanaan SPAB di sekolah dan madrasah. Pusat Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim Universitas Negeri Yogyakarta (PMBPI UNY) turut berpartisipasi melalui Prof. Dr. Tien Aminatun, S.Si., M.Si. dan Dr. Okky Indera Pamungkas, S.Pd., M.Or.

SPAB menjadi salah satu upaya untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih siap dan aman dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Integrasi AMPD dalam SPAB menekankan pentingnya menindaklanjuti informasi peringatan dini melalui langkah antisipatif yang sesuai dengan kondisi dan tingkat ancaman. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik sekolah atau madrasah serta kondisi lingkungan di sekitarnya. Untuk mendukung hal tersebut, satuan pendidikan perlu menyiapkan mekanisme yang terstruktur, mulai dari menerima dan menyampaikan informasi peringatan, menentukan pembagian tugas, mengambil keputusan, hingga melaksanakan tindakan yang diperlukan ketika risiko bencana meningkat.

Pembahasan mengenai integrasi AMPD dalam SPAB diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) “Implementasi AMPD dalam SPAB”. Peserta dibagi ke dalam kelompok yang membahas aspek berbeda. Hasil diskusi masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan sebagai bahan untuk merumuskan rencana tindak lanjut implementasi AMPD dalam SPAB. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, BMKG Yogyakarta, BPBD DIY, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, PMI, Tagana, hingga Kwarda Pramuka DIY. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Melalui integrasi AMPD dalam SPAB, kesiapsiagaan sekolah tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan jalur evakuasi, prosedur kedaruratan, dan pelaksanaan simulasi, tetapi juga melalui kemampuan warga satuan pendidikan dalam merespons informasi peringatan dini secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, lembaga kebencanaan, dan organisasi kemanusiaan, informasi peringatan dini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme respons yang jelas dan sesuai dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Keterlibatan Pusat Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim Universitas Negeri Yogyakarta (PMBPI UNY) juga menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendukung pengembangan pengetahuan dan kapasitas kebencanaan.